Organik si Pahlawan Kesehatan dan Lingkungan

Bagi anda (iya, anda yang sedang membaca artikel ini) yang hidup di masa kini, kata “Organik” tentunya tidak asing lagi. yapp.. Kata Organik biasanya identik dengan Buah-buahan maupun sayuran. Buah-buahan, sayuran atau bahan pokok makanan lainnya yang bersifat organik dalam pemeliharaannya tidak menggunakan pestisida sintesis, organiseme hasil rekayasa genetika (GMO) maupun pupuk buatan. Harganya memang lebih mahal jika dibandingkan dengan harga bahan pokok makanan non-organik, namun bahan pokok makanan organik memiliki keutamaan yang lebih banyak seperti yang dilansir dari berbagai sumber, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Antioksidan yang terkandung dalam bahan pokok makanan organik 50% lebih banyak daripada antioksidan pada bahan pokok makanan non-organik
  2. Mengonsumsi sayuran/buah-buahan/nasi organik dapat mengurangi resiko berbagai penyakit berat seperti kanker dan jantung
  3. Bagi anak-anak, mengonsumsi bahan makanan pokok organik dapat mengurangi resiko infeksi bakteri – terutama bakteri yang kebal terhadap obat-obatan
  4. Meningkatkan kekebalan tubuh
  5. Ramah lingkungan. Yang ini terkait dengan cara membudidayakannya. Karena tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya, lingkunganpun tidak tercemar dan dapat menurunkan resiko global warming.

 

Gimana? Tertarik untuk mencoba konsumsi buah/sayur/nasi organik? Berani hidup sehat dan menolong lingkungan dari pemanasan global? 🙂

Kalau iya, buah/sayuran organik biasanya dijual di berbagai pasar swalayan kelas internasional macam Kem Chick, Farmers Market dan Food Hall. Tapi di sana harganya selangiiitt *bagi saya yang penghasilannya nggak seberapa sih hehe :p*

Saya pribadi biasanya order di Limakilo. Selain harganya yang lumayan miring, sayurannya ini dibeli langsung dari petani nya lho.. Apalagi kemasannya pakai tote bag. Lumayan buat belanja ke pasar atau mini-mart. Bisa dibawa biar nggak kena charge kantong kresek. hehe :p

Yang penasaran sama Limakilo bisa cek langsung di website: http://www.limakilo.id atau Instagram: @limakilo.id

 

Semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

Google Nose

Siapa yang nggak kenal mbah Google? ah kayaknya nggak ada ya. Kamu yang kenal atau bahkan bersahabat dengan internet pasti kenal deh. Mau mahasiswa, pelajar, peneliti, guru, dosen, musisi, artis, presiden, apapun profesinya, kenal lah ya pasti sama mesin pencari yang satu ini. Eh tapi saat ini produk google bukan hanya mesin pencari loh! Sekarang google menyediakan layanan kamus -biasa dikenal dengan google translate-; layanan kirim surat elektronik -terkenal dengan google mail; dan masih banyak lagi. Tapi……

Tahukah kamu?

Hari ini (saat saya menulis artikel ini), google meluncurkan layanan barunya, yaitu Google Nose.

Apa itu google nose?

Mengadaptasi fungsi indera penciuman alias hidung, Google nose memungkinkan penggunanya mengendus suatu aroma (misal: vanilla, hutan pinus, atau apapun yang berbau) melalui monitor. Penasaran? Saya juga. Pertama kali lihat gambar ini:


2

Antara percaya gak percaya sih. “Memangnya bisa gitu? Gimana caranya? ah bohong ah”. Tapi ya, namanya juga hidup di jaman canggih. Apapun serba bisa. Mungkin ini hasil riset terbarunya google. Jadi kepikiran bikin aplikasi namanya “Teleparfume” yang bisa mengenali bau lalu menyimpannya. Kan kalau kangen sama pacar orang tua jadi nggak perlu jauh-jauh pulang ke rumah. Cukup manfaatkan alat sensor pada perangkat yang kita punya & install aplikasinya. Dalam seketika, kamu bisa menyium aroma parfum pacar orang tua kamu deh. Keren kan? Keren dong. Pastinya! Jadi gak perlu sms bilang kangen. Malu-maluin aja sih. Jangan sebentar-sebentar bilang kangen. Gengsi dikit lah!

Apa? Gak punya pacar? Oh, bahkan kecenganpun gak punya. kasihan banget sih.

Yaudah, gak usah ngomongin pacar/kecengan kalau gitu. Balik ke Google Nose lagi. Akhirnya sayapun penasaran dan mencoba produk barunya Google tersebut. Bauan pertama yang saya coba adalah bau Vanilla.

3

 

Berkali-kali saya klik button “Start smelling”, klik tombol enter, nggak ada aroma vanilla dan yang sejenisnya. Masih bau laptop saya kok. Dan saya masih husnudzon gitu sama google. Pikir saya “oh, masih versi beta. Ga compatible di laptop mungkin ya. Mesti di perangkat ber-sensor khususon.” akhirnya saya penasaran, klik sana sini hingga akhirnya saya klik link “need help?”

4

daaaan tahukah kamu? Setelah dibaca-baca yaa ternyataaaa…….

1

“It is April Fools’ Day”. Dan saya baru tau (atau tepatnya baru sadar) kalau sekarang udah bulan april. -_-

Yang kena jebakan googlemen selain saya siapa hayo ngaku! :p

“Membuka Mata”

“Iya nih, gue udah bosen kuliah Cha. Pusing gue belajar melulu. Pengen cepet lulus aja rasanya biar cepet nikah”

“Loh, abis lulus nanti lo kan kerja. ujung-ujungnya belajar lagi nanti”

“ya ngapain juga kerja. Gue di rumah aja lah jadi ibu rumah tangga. Biar laki gue aja yang cari duit.”

“……………………”

 

Cuplikan obrolan di atas adalah salah satu cuplikan topik obrolan ngalor ngidul sepasang kawan lama yang secara tidak sengaja bertemu di suatu tempat. Random. Tapi sedikit menggelitik sih. hihi sebab sayapun pernah suatu waktu -ketika berada pada puncak titik jenuh nya mengerjakan tugas-tugas yang tiada henti membanjiri daftar pekerjaan yang harus diselesaikan- bercita-cita menjadi ibu rumah tangga. Ketika itu saya berpikir:

Kelihatannya menyenangkan. Ga perlu mengerti bahasa mesin, ngoding. Cukup nyiapin kebutuhan orang-orang di rumah, ngurus anak, beres. Apalagi kalau punya asisten rumah tangga. Pekerjaan-pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, dsb ga perlu lagi saya selesaikan. Toh sudah ada yang mengerjakan.

Tapi itu dulu loh ya. pikiran sesaat saya saat emosi dan jenuh. Sekarang sih udah punya cita-cita. :p

balik lagi ke obrolan utama, “Membuka Mata”. Pada artikel ini saya ingin mengajak kita (saya dan pembaca) untuk “melek” dan tidak menganggap pekerjaan ibu rumah tangga sebagai pekerjaan yang mudah -semua orangpun bisa.

Jadi ceritanya, akhir-akhir ini saya lagi lumayan sering ngajar anak kecil. Kisaran SD-SMP gitu lah. Kelakuan masing-masing anak beda. macam-macam dan lucu. Dan ada satu percakapan yang agak “menohok” menurut saya – kalau didengar langsung oleh si ibu. Begini kurang lebih isi percakapannya:

“Udahan ah teh belajarnya. Saya ngantuk”

“baru jam segini. Besok ada ulangan bukan? Materi ulangannya masih banyak loh..”

“susah teh”

“gampang ini mah. makanya sini belajar”

“gamau ah”

“kalau nggak pinter, ga belajar dari sekarang, nanti ngga bisa kuliah loh”

“saya mah gamau kuliah. Mau jadi ibu rumah tangga aja enak, kaya ibu saya gitu. Nanti tinggal cari suami yang kaya”

*melongo. bocah sekecil itu udah kepikiran pilah pilih suami coba -_-* “jadi ibu rumah tangga juga harus pinter. kan harus bisa mendidik anak-anaknya, ngatur uang, dll. ibu kamu juga pasti pinter.”

“ga mungkin”

“ko ga mungkin?”

“iya, kalau ibu saya pinter harusnya kan bisa ngajarin saya. saya belajar sama ibu, bukannya kaya gini…. ah udahlah teh”

*hening. akhirnya belajar dilanjutkan*

 

Nah, hipotesis kebanyakan orang -bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mudah- terbukti SALAH! Menjadi ibu rumah tangga ternyata ngga semudah buka pintu mesin cuci-masukkan baju kotor-masukkan deterjen-tekan tombol on-tinggal cucian sambil nonton telenovela.

ngga semudah buka lemari-pilih baju-ambil baju-siapin buat dipake suami kerja & anak sekolah.

ngga semudah oseng oseng masakan-yang penting anak & suami kenyang.

ngga semudah pergi ke pasar swalayan-comot kebutuhan bulanan.

ngga semudah pergi ke pusat perbelanjaan-beli semua barang yang diinginkan.

dan ngga cuma mondar mandir dapur – kasur.

Tapi lebih dari itu, seorang ibu juga harus cerdas. harus bisa mendidik anak-anaknya. (setidaknya itu yang saya ketahui dari percakapan dengan seorang anak). harus sabar. harus kuat. Kayaknya masih banyak deh requirement untuk jadi ibu rumah tangga yang baik. Cuma saya belum tau lagi -apa. :p

Maksud saya menulis artikel ini bukan untuk menakut-nakuti, loh. Saya hanya ingin berbagi dan “membuka mata” bahwa menjadi seorang wanita -khususnya ibu rumah tangga- bukanlah hal yang mudah.

Eh tapi yang perempuan nih, pada bangga nggak sih menjadi seorang perempuan? Saya kadang bangga loh! Kenapa? Karena kita tegar, kuat, tahan banting, *ini orang apa bahan bangunan deh -_-* bisa melakukan banyak hal yang mungkin laki-laki ngga bisa.

Yak. Kembali ke topik. Jadi, pelajaran yang bisa diambil dari cuplikan obrolan saya dengan si anaknya fulan adalah:

Menjadi apapun kita nanti, kerja di kantor atau rumah, yang namanya wanita itu, ketika di rumah harus ingat & melaksanakan kewajiban utamanya, yaitu menjadi seorang ibu rumah tangga. dan yang namanya ibu rumah tangga itu HARUS CERDAS. noted! 🙂

Español – 1

¡hola! me llamo Annisa. Bienvenidos a mi blog 😀

Jadi ceritanya, si Annisa lagi belajar bahasa Spanyol. dan sekarang gatel mau berbagi ilmu ke-bahasa spanyol-an yang telah dipelajari si Annisa ini. Here we go brooo..

*hening. bingung mau mulai dari mana* haha

Oke, bagaimana kalau kita mulai dari alasan mengapa saya tertarik untuk belajar bahasa spanyol?

Masih pada ingat “Amigos”, “Mariana y Silvana”, “Rosalinda”, “Maria Bellen” dan telenovela lainnya? Masih inget lah ya. Jadi, dulu si Annisa suka nontonin telenovela karena pemain-pemainnya guanteng dan cantek. Pas nonton telenovela juga pernah coba nontonnya pake bahasa Spanyol gitu. walaupun jadi ga ngerti jalan ceritanya, si anu ngomong apaan, tapi satu kesimpulan yang bisa si Annisa ambil dari Telenovela ber bahasa Spanyol: Orang kalau lagi ngomong pake bahasa Spanyol itu SEXY! dan si Annisa ini pengen bisa sexy juga kayak pemain telenovela gitu katanya sih. uhuk. haha

Alasan ke dua, pada suatu tahun, si Annisa nonton acara televisi yang menanyangkan liputan orang (artis) jalan-jalan ke Spanyol. Ke kota Barcelona lebih tepatnya. Pertama lihat (dari tivi) kota Barcelona kayak gimana bentuknya, si Annisa langsung jatuh cinta lah sama bangunan dan suasana di sana. Dan nggak sopannya si acara itu ya, liputannya diambil pas banget ketika di Barcelona nya lagi ada festival! Bikin orang makin mupeng ke sana kan -_-

Alasan ke tiga, simple. gara-gara lagi main ke toko buku ada diskon 30% untuk semua buku. and She found the “Español para Indonesios” book, alias buku belajar bahasa Spanyol untuk orang Indonesia. ada tingkatannya. Dan si Annisa ini beli dua langsung, tingkat pemula dan intermediate. *kemaruk banget ya -_- tapi si Annisa sih mikirnya “daripada beli nanti-nanti udah gak diskon lagi, rugi lah hamba”. haha *tetep ye gamau rugi. Berhasil menemukan si buku ini, si Annisa merasa berjodoh dengan Spanyol dan yakin suatu saat pasti bisa ke sana! yeaaaaaasss *semangat membara*

Begitulah kira-kira ceritanya. Jadi mari kita mulai saja belajar bahasanya. Ibarat bocah baru lahir lalu berkembang biak, si bocah pasti awalnya cuma bisa ngomong tapi ga ngerti bagaimana menulis apa yang diucapkan. Jadi sekarang mari kita belajar membaca tulisan dalam bahasa Spanyol 😀

Sejatinya, pengucapan dalam bahasa spanyol menurut saya mudah kok. Apa yang tertulis kurang lebih seperti itu pula cara mengucapkannya. Kecuali pada huruf-huruf berikut ini:

C : dibaca “se”, kecuali diikuti dengan huruf “a”, “u”, “o”

G : kalau ketemu huruf vokal “e” dan “i”, dibaca “he” dan “hi”.

kalau ketemu huruf vokal “ue”, “ui”, dibaca “ge” dan “gi”.

NG: kalau ketemu huruf vokal “a” dan “o” dibaca seperti huruf “g” nya ada 2. misal “congo” dibaca “konggo”.

H: nggak berbunyi alias dianggap gak ada kecuali si huruf “h” nya berdiri sendiri, dibaca “ache”.

J: kalau ketemu huruf vokal, dibaca “h”.

LL: dibaca “y”

ñ: dibaca “ny”

Y: dibaca “i”

Z: dibaca “s”

Contoh:

– ¡cumpleaños feliz, Annisa! (dibaca: kumpleanyos Felis, Annisa!)

Artinya: Selamat ulang tahun, Annisa!

– Las hojas se estan cayendo. (dibaca: las ohas se estan kayendo)

Artinya: Daun-daun sedang berguguran (kalimat ke dua diambil dari buku Español para Indonesios Nivel Basico – Dr. Ir. Jenny Supit)

Sekian belajar bahasa spanyol – Part 1 nya. Semoga bermanfaat 🙂

anyway, coba tebak! kalimat pertama di artikel ini artinya apa hayo?

Terrafugia

Terrafugia berasal dari dua kata, terra dan fugia. Terra artinya daratan. Sedankan fugia berarti selamat tinggal. Jadi, terrafugia berarti selamat tinggal daratan(?)

Secara harfiah mungkin begitu. tapi tahukah kamu? Terrafugia adalah sebuah produk berupa mobil yang bisa terbang (atau pesawat yang bisa jadi mobil ya? ya begitulah pokoknya). Karena pada hakikatnya mobil berjalan di daratan dan benda mungil ini bisa terbang, makanya dikasih nama terrafugia. Benda yang masih jarang dimiliki oleh orang ini pertama kali dirilis pada tahun 2006 melalui award-winning MIT-trained aeronautical engineers and MBA’s.

Dengan terrafugia, kita bisa terbang sejauh 200 hingga 500 KM dengan kecepatan hingga 170 KM/Jam. Untuk ukuran sebuah pesawat, jarak tempuh yang terjangkau oleh terrafugia masih cenderung lebih pendek sih daripada pesawat pada umumnya. Kecepatannya pun begitu. Nggak kaya pesawat biasa yang kecepatan rata-rata terbangnya bisa mencapai kurang lebih sekitar 900km/Jam. wow, jauh banget ya selisihnya! Dilihat dari harganya yang bisa ngalahin biaya semesteran saya kuliah (kalau di-convert ke rupiah jadi sekitar 2.6 milyar. Jauh banget bedanya -_-), daya tampung penumpang terrafugia, serta spesifikasi lainnya, terrafugia cocok digunakan untuk orang-orang yang kerja di air khusus, seperti surveyor yang kerjanya kayak gasing, mondar mandir ke tempat kerja di penjuru negara bagian, pengembang real estate yang kerjanya setiap hari survey lokasi baru dan nemenin konsumen touring lokasi real estate nya, pokoknya orang-orang yang sering transit sana sini lah. sibuk intinya.

Selain itu, Terrafugia juga dibuat sebagai solusi dari permasalahan kualitas penerbangan yang selama ini dirasa kurang baik ketika cuaca buruk menerpa. Katanya sih, terrafugia tetap nyaman dan aman “diterbangkan” walau dalam cuaca buruk sekalipun. Penasaran sama penampakannya? There it is, The Winged Car, Terrafugia and its developer:

wih keren ya! *walaupun nggak kelihatan penampakan full nya sih. tapi kalau penasaran, bisa cari sendiri penampakan terrafugia via google. gambar ini didapat dari slide selingan kuliah keprofesian bidang IF soalnya :p

Kebayang deh, kalau punya terrafugia, pasti mahasiswa kawasan IT Telkom ga perlu emosi jiwa ngalamin kemacetan di segitiga emas kampus pada jam-jam kritis (Sukabirus, PGA, Sukapura sekitar jam 5-7 sore). kalau udah macet, tinggal buka sayap mobil dan wuuusss~ shodaqallohul’adzim, berakhirlah hidup orang yang tiba-tiba mati di sebelah si mobil gara-gara kena kibasan sayap mobil kejengkelan dan emosi jiwa gara-gara macet! nggak cuma di segitiga emas kampus aja sih sebenernya. terrafugia kayaknya bisa dijadikan solusi alternatif kemacetan di jakarta loh! wondering, what if each person in Jakarta has terrafugia. there will be no traffic jam in Jakarta i guess. or maybe the traffic jam will be move on to the air(?) :p

Biar kasih rejeki deh tuh ke pekerja bangunan buat bikin lahan landing & take off di atas gedung-gedung perkantoran di Jakarta. dan bayangkan macet di udara, kayaknya seru buat ditonton tuh. Jalanan di jakarta juga sepi. yeaaay! 😀

gimana? tertarik untuk memilikinya? apalagi kamu yang tinggal di Jakarta dan daerah lainnya yang juga rawan macet all the way all the day :p

Buat yang napsu mau memiliki si terrafugia bisa langsung hubungi kantornya langsung di sini. atau kalau tertarik jadi investornya bisa langsung isi form nya di sini.