“Membuka Mata”

“Iya nih, gue udah bosen kuliah Cha. Pusing gue belajar melulu. Pengen cepet lulus aja rasanya biar cepet nikah”

“Loh, abis lulus nanti lo kan kerja. ujung-ujungnya belajar lagi nanti”

“ya ngapain juga kerja. Gue di rumah aja lah jadi ibu rumah tangga. Biar laki gue aja yang cari duit.”

“……………………”

 

Cuplikan obrolan di atas adalah salah satu cuplikan topik obrolan ngalor ngidul sepasang kawan lama yang secara tidak sengaja bertemu di suatu tempat. Random. Tapi sedikit menggelitik sih. hihi sebab sayapun pernah suatu waktu -ketika berada pada puncak titik jenuh nya mengerjakan tugas-tugas yang tiada henti membanjiri daftar pekerjaan yang harus diselesaikan- bercita-cita menjadi ibu rumah tangga. Ketika itu saya berpikir:

Kelihatannya menyenangkan. Ga perlu mengerti bahasa mesin, ngoding. Cukup nyiapin kebutuhan orang-orang di rumah, ngurus anak, beres. Apalagi kalau punya asisten rumah tangga. Pekerjaan-pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, dsb ga perlu lagi saya selesaikan. Toh sudah ada yang mengerjakan.

Tapi itu dulu loh ya. pikiran sesaat saya saat emosi dan jenuh. Sekarang sih udah punya cita-cita. :p

balik lagi ke obrolan utama, “Membuka Mata”. Pada artikel ini saya ingin mengajak kita (saya dan pembaca) untuk “melek” dan tidak menganggap pekerjaan ibu rumah tangga sebagai pekerjaan yang mudah -semua orangpun bisa.

Jadi ceritanya, akhir-akhir ini saya lagi lumayan sering ngajar anak kecil. Kisaran SD-SMP gitu lah. Kelakuan masing-masing anak beda. macam-macam dan lucu. Dan ada satu percakapan yang agak “menohok” menurut saya – kalau didengar langsung oleh si ibu. Begini kurang lebih isi percakapannya:

“Udahan ah teh belajarnya. Saya ngantuk”

“baru jam segini. Besok ada ulangan bukan? Materi ulangannya masih banyak loh..”

“susah teh”

“gampang ini mah. makanya sini belajar”

“gamau ah”

“kalau nggak pinter, ga belajar dari sekarang, nanti ngga bisa kuliah loh”

“saya mah gamau kuliah. Mau jadi ibu rumah tangga aja enak, kaya ibu saya gitu. Nanti tinggal cari suami yang kaya”

*melongo. bocah sekecil itu udah kepikiran pilah pilih suami coba -_-* “jadi ibu rumah tangga juga harus pinter. kan harus bisa mendidik anak-anaknya, ngatur uang, dll. ibu kamu juga pasti pinter.”

“ga mungkin”

“ko ga mungkin?”

“iya, kalau ibu saya pinter harusnya kan bisa ngajarin saya. saya belajar sama ibu, bukannya kaya gini…. ah udahlah teh”

*hening. akhirnya belajar dilanjutkan*

 

Nah, hipotesis kebanyakan orang -bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mudah- terbukti SALAH! Menjadi ibu rumah tangga ternyata ngga semudah buka pintu mesin cuci-masukkan baju kotor-masukkan deterjen-tekan tombol on-tinggal cucian sambil nonton telenovela.

ngga semudah buka lemari-pilih baju-ambil baju-siapin buat dipake suami kerja & anak sekolah.

ngga semudah oseng oseng masakan-yang penting anak & suami kenyang.

ngga semudah pergi ke pasar swalayan-comot kebutuhan bulanan.

ngga semudah pergi ke pusat perbelanjaan-beli semua barang yang diinginkan.

dan ngga cuma mondar mandir dapur – kasur.

Tapi lebih dari itu, seorang ibu juga harus cerdas. harus bisa mendidik anak-anaknya. (setidaknya itu yang saya ketahui dari percakapan dengan seorang anak). harus sabar. harus kuat. Kayaknya masih banyak deh requirement untuk jadi ibu rumah tangga yang baik. Cuma saya belum tau lagi -apa. :p

Maksud saya menulis artikel ini bukan untuk menakut-nakuti, loh. Saya hanya ingin berbagi dan “membuka mata” bahwa menjadi seorang wanita -khususnya ibu rumah tangga- bukanlah hal yang mudah.

Eh tapi yang perempuan nih, pada bangga nggak sih menjadi seorang perempuan? Saya kadang bangga loh! Kenapa? Karena kita tegar, kuat, tahan banting, *ini orang apa bahan bangunan deh -_-* bisa melakukan banyak hal yang mungkin laki-laki ngga bisa.

Yak. Kembali ke topik. Jadi, pelajaran yang bisa diambil dari cuplikan obrolan saya dengan si anaknya fulan adalah:

Menjadi apapun kita nanti, kerja di kantor atau rumah, yang namanya wanita itu, ketika di rumah harus ingat & melaksanakan kewajiban utamanya, yaitu menjadi seorang ibu rumah tangga. dan yang namanya ibu rumah tangga itu HARUS CERDAS. noted!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s