Sedih

se·dih a 1 merasa sangat pilu dl hati; susah hati: sejak kematian kedua orang tuanya ia selalu tampak –; 2 menimbulkan rasa susah (pilu dsb) dl hati; duka: peristiwa — terjadi minggu lalu;kabar –; cerita –;
ber·se·dih v bersusah hati; berduka cita; merasa pilu (belas kasihan dsb);
me·nye·dih·kan v 1 menimbulkan rasa sedih (pilu); menyusahkan hati: kemalangan itu sangat – hatinyakeadaan para pengungsi itu – sekali; 2 bersedih hati (tt sesuatu): jangan – kejadian itu lagi;
pe·nye·dih n (orang) yg mudah atau selalu bersedih hati;
ke·se·dih·an n perasaan sedih; duka cita; kesusahan hati”

sumber: http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php

“Sedih adalah ketika kita tidak melakukan hal yang menyalahi norma, adat ataupun kebiasaan namun karena satu atau beberapa orang terlihat menyalahinya, maka orang lainpun sepakat bahwa kita sama dengan yang lain (generalisasi) sebab kita berada pada kelas yang sama dengan si orang lain tersebut. dan mirisnya, klasifikasi entah dari mana dasarnya. membuat sedih bertransformasi menjadi menyedihkan sekali.”

Ini adalah hal ke dua yang paling saya benci dari kehidupan setelah ke-tidak-komitmen-an. generalisasi segala sesuatu tanpa dasar. Saya nggak suka. maka dari itu saya nggak pernah men-generalisir segala sesuatu yang saya lihat dan minimal berusaha- pada apa yang saya rasakan.

ngga semua cahaya itu terang.

ngga semua binatang bersayap bisa terbang.

ngga semua obat menyehatkan.

dan kalian -yang membaca tulisan ini- harus camkan bahwa “sifatku adalah aku, dan sikapku adalah caramu memperlakukanku”.

watch your words, people🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s