kalau dipikir-pikir..

manusia..

yang pernah hidup di dunia ini, minimal mandi 2 kali seumur hidup. yaitu tepat setelah ia dilahirkan, dan ketika ia akan menghadap sang khalik sebelum masuk ke liang lahat (dimandikan).

manusia..

saat lahir ditimbang berat badannya, diukur panjang badannya, dicatat waktu lahirnya, namanya dan nama kedua orang tuanya.

tapi saat meninggal, yang ditimbang adalah amalnya saat hidup di dunia, diukur derajat dirinya di hadapan sang khalik, dicatat waktu terakhir jantungnya bekerja, dicatat namanya dan nama ayahnya untuk melengkapi hiasan batu nisan. sebagai tanda bahwa jasadnya tertanam di bawah sini.

kabar-kabar yang diberitakan di berbagai infotainment dan media pemberitaan lainnya akhir-akhir ini seperti bertemakan kematian. entah itu karena kecelakaan, penyakit, dsb. mulai dari orang tua sang artis yang menghadap Ilahi, hingga sang seleb itu sendiri. sebenarnya sebelum ada berita meninggalnya artis tersebut, saya sudah mulai berpikir-pikir tentang hal ini, yaitu saat mengetahui bahwa om saya meninggal dunia. setelah mendapat kabar tersebut, saya, bapak, dan anggota keluarga langsung melayat ke rumah duka. saat tiba di sana, saya melihat tidak ada satupun anggota keluarga yang ditinggalkan itu menangis. sang istri yang telah mendampingi almarhum selama puluhan tahun itu terlihat tegar dan berkata, “saya dan anak-anak ikhlas melepas bapak pergi. bapak pun insya Allah sudah ikhlas meninggalkan kami semua. sebelum meninggal, bapak memberikan pesan pada kami. beliau meminta jika ia meninggal nanti, jangan ada yang menangis. karena jika ada yang menangis, ia berat meninggalkan kami di sini. semua harus ikhlas. sadar bahwa segalanya hanya milik Allah. kapanpun Allah meminta kembali apa yang ada di sini, termasuk orang-orang yang kita sayangi, itu kuasa Allah dan kita harus ikhlas melepasnya..”

subhanallah.. cuma kata itu yang bisa saya katakan dalam hati. hingga perjalanan pulang kembali ke rumah, saya berfikir :

ya Allah, jika suatu saat nanti saya ditinggal oleh orang tua atau orang yang saya cintai menghadapMu, apakah saya bisa ikhlas melepasnya dan tidak menangisi yang pergi?

atau mungkin, dibalik posisinya. saya yang meninggalkan mereka yang ada di sini. apakah saya ikhlas meninggalkan mereka yang saya sayang?

kalau lagi kepikiran hal-hal macam begini, saya jadi takut sendiri.

takut kalau ternyata selama ini, tanpa disadari saya mencintai hal duniawi lebih dari cinta saya pada Sang Ilahi.

takut membayangkan, jika saya harus berada kekal di api neraka.

*aslinya yaa.. semaleman saya nangis gara-gara mikirin hal ini T___T

3 thoughts on “kalau dipikir-pikir..

  1. wehehehe, terharuuu ..
    kalo gw ada 1 prinsip, lumayan lucu tpi ga lucu juga sih ..
    gw slalu berdoa, lebih baik gw yg ninggalin orang2 yg gw sayang drpda dtinggal orang2 yg gw sayang ..
    entah sih kya gimana, ga baik, maybe .. tp smpai skrng itu slah satu doa gw๐Ÿ™‚

  2. mana bagian lucunya? –”
    dulu gue juga pernah mikir kaya lo gt nges. mending ninggalin daripada ditinggalin. kayanya nungguin ketemu mereka di sana lebih cepet terasanya daripada nungguin ketemu orang yang ninggalin kita dari sini ya? *kali deh. gue gatau. hhe

    tapi pas ngomong kaya gt ke ibu, gue malah diomelin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s