Beauty and The Beast

film yang menceritakan kisah seorang pangeran yang dikutuk menjadi makhluk menyeramkan karena sifatnya yang ngga senonoh dalam memperlakukan orang lain ini merupakan salah satu-atau bisa dibilang film terfavorit saya.

mungkin buat yang udah hidup di jaman Alm. Pa Soeharto memimpin negeri ini udah pada tau ini film tentang apa. buat yang belum tau, saya ulas sedikit di sini.

jadi, suatu hari ada pangeran. dia lumayan ganteng (di ceritanya sih gitu.. tapi masih gantengan Babeh saya menurut saya mah :p), kaya, punya tahta, pokonya segala kelebihan duniawi dia punya lah. tapi sayangnya, dia angkuh dan suka memerlakukan orang seenaknya aja.

nah, suatu saat ada nenek2 penjual mawar datang ke kastilnya. beliau menjual mawar dengan harapan bisa dibayar dengan makanan. tapi si pangeran malah berkata kasar dan mengusir nenek tua itu. suddenly, nenek tuanya berubah jadi putri cantik lalu mengutuk si pangeranย  menjadi makhluk yang buruk rupa. si pangeran beserta penghuni istana menjadi terkutuk. dan kutukan itu baru bisa hilang jika si pangeran bisa mencintai seseorang dengan setulus hati dan cintanya terbalas oleh cinta si wanita yang dicintainya itu.

mau tau kisah lengkapnya? nonton di sini deh๐Ÿ™‚

beauty and the beast

pastinya, film favorit saya ini punya beberapa pelajaran yang bisa diambil hikmahnya buat penonton. hikmah yang bisa diambil dari film ini adalah :

1. berbaik hatilah pada siapapun, kapanpun, dan di manapun. karena kita ngga pernah tau bagaimana nasib seseorang di masa yang akan datang. siapa tau suatu saat nanti saat kita mengalami kesulitan, orang yang pernah kita tolonglah yang bisa membantu kita untuk keluar dari masalah..

2. cintai orang yang mencintaimu bukan “karena“, tapi “walaupun“.

dan gara-gara si point ke dua itu, sampai sekarang saya masih suka bertanya dalam hati loh! “kenapa ya banyak orang yang menyukai lawan jenisnya hanya karena dia cantik/ganteng? bahkan parahnya lagi, hanya karena si lawan jenisnya itu kaya? (oh men banget deh..)”

padahal menurut saya, kecantikan itu ngga terpancar dari wajah, tapi dari hati. emangnya nanti kalau udah nikah, muka ngejamin apakah si suami/istri setia atau engga?

emangnya nanti kalau udah nikah, muka ngejamin apakah si suami/istri memerlakukan mertuanya sebaik dia memerlakukan orang tuanya sendiri?

bagaimana kalau tiba-tiba suatu saat Allah ngambil cantik/gantengnya si istri/suami?

bagaimana kalau nanti udah tua? kulit si suami/istri mulai mengerut?

apakah ia masih mencintai pasangannya walaupun segala yang pasangannya punya dulu-sesuatu yang bisa memikat hatinya- sudah tidak ia miliki lagi sekarang?

karena yang saya tau, tiap manusia pasti punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. karena ngga ada manusia yang sempurna, bahkan yang terbaikpun masih jauh dari sempurna.๐Ÿ™‚

4 thoughts on “Beauty and The Beast

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s