Yang Bisa Kamu Temui di Kota Tua – Jakarta

Jakarta. Merupakan Ibu Kota Indonesia yang diberi label sebagai kota metropolitan. Siapa sangka, di tengah sesaknya kota oleh keberadaan gedung-gedung pencakar langit ini, masih ada satu wilayah yang menyimpan kepingan-kepingan masa lalu Indonesia yang mungkin sudah terlupakan oleh rakyatnya – Kota Tua. Sebenernya sih kawasan Kota Tua sudah banyak dikenal terutama oleh warga Jakarta dan sekitarnya. Tapi kawasan wisata yang satu ini jadi makin naik pamornya ketika Pak Jokowi – Sang Jakarta 1 “menyulap” kawasan Kota Tua menjadi tertata rapi dan makin banyak hal menarik yang berkaitan dengan sejarah dan budaya Indonesia yang bisa kita jumpai di sana. Apa saja? Ini dia yang saya temui di Kota Tua Jakarta hari minggu, 6 Oktober 2013 yang lalu:

1. Museum

Ada beberapa museum di sekitar Kota Tua. Tapi yang kelihatan sama saya cuma museum Fatahilah dan museum wayang. Apa isi museum fatahilah dan museum wayang? Kebetulan kemarin saya hanya sebatas gentayangan di sekitar kota tua. Nggak sampai masuk ke dalam museum-museum yang ada di sana -_-

IMG_4391

Penampakan depan Museum Fatahillah

2.  Kuda Lumping

Waktu saya ke kota tua bukan kuda yang makan beling yang saya lihat. Tapi….. Pocongan yang dipecut! Maaf, di postingan ini nggak saya tempel fotonya. Saya nggak bisa lihat adegan kekerasan -_-

IMG_4388

Bagian dari atraksi kuda lumping – 2 Orang berdiri masing-masing di atas kepala dan lutut orang yang lainnya

Yes. Foto di atas juga udah termasuk horor juga, kan?

3. Ondel-ondel

IMG_4393Sepasang Ondel-ondel

Ketika bertemu dua figur bertopeng di atas, rasanya saya seperti masuk ke dalam mesin waktu dan membawa saya ke masa kecil dulu. *lebay. Eh tapi serius, loh! Dulu – sekitar tahun ’94 – ’01 sore hari masih banyak ondel-ondel lewat di depan rumah. Dan biasanya saya nggak cuma ngasih uang receh ke ondel-ondel yang lewat, tapi ngikutin ondel-ondelnya sampe’ jarak tertentu. Hehe. Sekarang? Ah saya sudah besar. Mungkin ondel-ondel yang dulu sering lewat juga udah tua. Udah nggak kuat jalan keliling Bekasi kali ya. Tapi masa ondel-ondel nggak punya anak, sih? Harusnya anak ondel-ondel bisa nerusin kerjaan orang tua nya, dong! *Ya gatau juga. Terserah ondel-ondelnya sih, Ca!*

Yah apapun yang terjadi dengan ondel-ondel dan keturunannya, yang pasti saya seneng banget waktu ketemu ondel-ondel di Kota Tua <3

 

4. Orang Patung / Live Action Figure

Semoga bener istilahnya. Orang patung yang saya temui di kawasan Kota Tua adalah manusia asli. Tulen. Serius mereka hidup beneran. Tapi badannya dilumuri semacam cat gitu jadi mirip patung. Ada yang jadi patung tentara pejuang ’45, patung noni belanda, si pitung, nagabonar, dll. Di depan orang patung tersebut ada semacam wadah untuk menampung uang dari pengunjung yang ingin foto bareng orang patung itu.

IMG_4394

Orang Patung Nagabonar

IMG_4395

Orang Patung si Pitung

IMG_4396

Orang patung Pejuang ’45

IMG_4398

Orang patung Noni Belanda

IMG_4399

Orang Patung Tentara

Jika ditanya, “siapa pahlawan Indonesia di jaman ini?” jawaban kami adalah “Orang-orang patung, pembuat ondel-ondel dan pemain kuda lumping ini termasuk pahlawan masa kini.” Mereka pahlawan kebudayaan bangsa. Kalau bukan mereka, sayonara budaya Indonesia. Sampai jumpa di negeri tetangga *seka air mata*

Daaaan dari lima Orang Patung yang tertangkap oleh kamera saya, yang paling menarik perhatian kami adalah yang ke lima. Can’t you see that he’s so much win? Udah mah dibayar, bisa pegang + cium tangan mbak-mbak cantiknya pula! Mau seperti ini? Dateng aja ke Kota Tua. Jadi orang patung, dan coba lakukan hal seperti ini. Good luck!

6. Sepeda Ontel

Sepeda yang dipajang di kemasan salah satu biskuit ini ternyata ada banyak loh di Kota Tua! Dan itu disewakan kepada pengunjung yang ingin menikmati kawasan Kota Tua sambil bersepeda. Nggak percaya? Nih buktinya.

IMG_4392

7. Bapak-bapak ramah penunjuk jalan

Yes. Di tengah badai kelaparan yang kami rasakan, kami nggak bisa berpikir jernih dan mencari tempat makan sendiri lagi. Akhirnya kami datangi pusat informasi kawasan wisata dan bertanya “pak, tempat makan di sekitar sini di mana ya?” Yang ditanya bukannya jawab malah ikutan bingung dong -_- UNTUNGNYA, ada seorang bapak yang kalau dilihat dari penampilannya sih kira-kira berumur 55 tahun ke atas lah. Dan sepertinya juga, bapak itu sudah lama bersahabat dengan kawasan kota tua. Beliau hafal tiap sudut kawasan kota tua soalnya. *sotoy banget ye* Bapak yang nggak kami tau siapa namanya itu lalu memberi petunjuk kepada kami dengan senyum tulusnya. May Allah SWT bless you by your smile, Pak! :’)

Itu dia hal-hal menarik yang saya temukan di kawasan Kota Tua – Jakarta. Buat kamu yang penasaran, kamu bisa datang ke kawasan Kota Tua dengan ….. banyak cara! Tapi saya saranin sih mending naik kereta -khususnya yang tinggal di sekitar Jakarta-. Selain nggak ribet cari tempat parkir, kawasan ini mudah dijangkau, kok. Lokasinya nggak jauh dari stasiun kota (kurang lebih 100 meter).

Buat yang tinggalnya bukan di sekitar Jakarta tapi masih di Pulau Jawa, kamu bisa naik kereta ke Jakarta. Turun di Jatinegara atau Gambir. Kalau turun di Jatinegara, kamu bisa lanjut langsung naik Commuter Line jurusan Kota, lalu turun di stasiun kota. Dari stasiun kota, jalan kaki kurang lebih 100 meter ke kawasan wisata Kota Tua. Kalau turun di Gambir, kamu mesti ke Stasiun Juanda dulu. karena Commuter Line nggak berhenti di Stasiun Gambir.

Buat yang tinggal di luar Pulau Jawa, kamu bisa naik pesawat ke Jakarta. Dari Bandara Soekarno – Hatta, naik DAMRI ke Tanjung Priok. Dari Tanjung Priok bisa naik mikrolet 15A turun di Stasiun kota. Dari stasiun kota, jalan +- 100 meter.

Opsi ke dua, naik DAMRI ke Gambir. Dari gambir naik busway ke Stasiun Kota.

Hint: jauh-jauh ke Kota Tua, biar nggak nyesel, cobain es krim di Rumah Eskrim – sekitar Kota Tua deh. Letaknya di seberang area penjual makanan & minuman kota tua. Banana split nya juara ;)

Selamat berwisata ;)

Mending mana?

Suatu saat di sekotak ruang coba pakaian.

Deskripsi:

Bunga: Wanita mungil yang postur tubuhnya (terlihat) tiada berubah dari enam tahun yang lalu.

Kembang: Wanita “semok” yang bernasib sama dengan Bunga. Postur tubuhnya (terlihat) tidak berbeda dengan postur tubuhnya di enam tahun yang lalu.

Bunga: “Duh, berat badan gue padahal udah naik 6 kg. Tapi ko ga kelihatan ya. Badan gue segini-gini aja.”

Kembang: “Gue udah turun 8 kg tapi badan gue ga kelihatan kurusnya. Mending mana?!!!!!”

Selamat datang kembali di blog nya Annisa :)

Yeay akhirnya nulis lagi! Setelah hectic nyaa menunaikan kewajiban akademik-sidang-revisi-buka bersama temans walaupun ga ada yg ngajak hidup bersama. hiks-lalu tetiba kangen nulis.

Banyak ide di kepala. Di sticky notes juga. saking banyaknya, jadi bingung mau nulis yang mana duluan. Akhirnya, setelah berjuang melawan rasa bimbang, saya putuskan untuk mengapresiasi orang-orang berpengaruh yang saya temukan di persimpangan perjalanan. khususon yang sangat berpengaruh pada selesainya TA saya. #tsaaah

Jadi, terima kasih untuk:

Sepasang kekasih kesayangan, orang tua penulis, Bapak Misnan Gunawan dan Ibu Siti Napsiah. Terima kasih untuk pengorbanan yang diberikan, untuk bersedia menjadi guru dalam sekolah kehidupan, serta berbagi kisah hidup yang luar biasa. I do really love you :’)

Yang paling cerewet perhatian, rajin tanya progress TA, mengingatkan penulis untuk fokus dalam menyelesaikan TA, mengajarkan penulis untuk dapat tutup mata-telinga terhadap hal-hal yang dapat membuyarkan fokusnya, menemani penulis di segala suasana,  -sang pembimbing spiritual- my sibling Santi Rosdina. Terima kasih ya mbe buat dukungan, bantuan, serta transfer-an semangat berjuang dan ngga cepet nyerah buat adiknya. Elepyu pung :*

Pembimbing 1 dan 2, Pak Tjokorda dan Kak Pak Bayu Munajat. Terima kasih atas bimbingan dan ilmu yang diberikan oleh bapak. Beruntung rasanya memiliki kesempatan untuk dibimbing oleh orang hebat macam Pak Tjok & Pak Bayu.

Mas Rendy, Eci, Mas Bayu, Mba Gita, Mas Adi, Ratih. Tuyul-tuyul penghibur di Bekasi -Nathan, Renatha, Sekar, Alfie, Bimo, Rafli, Najriel-. Terima kasih juga untuk Mbah Nini, Le Kapti, Le Ang, Le Peni dan keluarga besar H. Sukardi atas semangat dan do’a nya.

Sahabat sepanjang masa, Ayu Koeswardani, yang ngga bosen jadi sahabat dari jaman bakso bolo-bolo masih berdiri di depan SMP 3 hingga mall di Bekasi merajalela. Terima kasih juga untuk ke- pasrah relaan-nya keliling-keliling tempat parkir cuma buat gambarin denah parkiran. Menemani awal dan akhir perjalanan saya kuliah. Salam “bolang”, bu guru! Ka Siti Galuh, Monica Melissa Puteri, yang setia menemani penulis selama di Bandung, menjadi tempat berbagi kisah dan kasih. Terima kasih ya kaka & Monicah udah sabar dan masih mau berkawan denganku dengan segala kekurangan yang aku punya. Semoga Ridho Allah SWT selalu menyertai langkah-langkah kita di masa depan. Aamiin..

Keluarga Besar Fakultas Informatika (Dosen & Staf Fakultas IF, HMIF, seluruh mahasiswa IF) Bu Novi, Pak Fazmah, Bu Hetty, Pak Kemas, Pak Endro, Pak Iwan, Pak Jek, atas bimbingan dan bantuan serta ilmunya selama ini. Semoga amal ibadah ibu & bapak terus mengalir.

Super partner penulis di Liga IF 2009, Liga IF 2010, TKI 2010, Sheila 2010, DesBin 2011, Entitas HMIF 2010-2012, Ka Alvin, Ka Ratih Dwiastuti (Himatel), Ka Rachdi, Ka Wina, Farida, Faiza, Elsen, Fathul, Ka Donni, Ka Aji, Steffi Budi, Peik, Ka Demsy, Amru, Nita, Azwar, Ismi, Fandy, Alfi, Ken MT, Ka Ive, Ukhti Echy, Akhi Iman, Richard, Arsen, Doddy dan kawan-kawan lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Terima kasih untuk kerjasama, ilmu, pengalalman, serta untuk menjadi lebih dari sekedar partner kerja :)

Tempat penulis berbagi ilmu dan pikiran sekaligus penghibur dan pembimbing ke-n penulis, keluarga laboratorium RPL, Ka Bayu Munajat, Ka Wisnu Raditya, Alfi Hanif, Erlangga Wira, Dwiana Karti, Bening Gumilar, Jati .. Kusuma(?), Muha, Pepi Yunanto, Ela, Sindi, Bimo, Ka Zudha. Betapa beruntungnyaa saya bisa kenal orang-orang hebat seperti kakak-kakak semua, si calon orang-orang sukses :D

JCo! Selusin. Rere, Cacing, Mano, Jumi, Novi, Mba Epi, Nok’e, Afrin, Mbak Mel,  Phyta, Ameng, akhirnya gue bisa nyusul rere, geng! Semoga kita semua bisa segera nyusul Rere & Mano. Soon :’)

Dea, Fione, Erika, Gema, Abeng, Molan, Abhe, Azrin, Fandy, Sate, Asmel, Iim dan kawan-kawan core-i4 lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Terima kasih untuk petualangan yang ngga akan terlupakan dengan kalian. Sampai jumpa di masa depan, kawan! :)

a[x.5]el khususnya untuk Nadzifah yang baik banget mau nemenin saya di ITB cari buku referensi. Makasih banyak ya peh. Sukses buat orang baik kayak lo. Untuk NaKAl (Pak Wartana, Fakhrur Rozzie, Rithza, Annisa PP, Faiz, Bang Ling, Bowo, dll), sisix (Bu Lilis, Kiki, Nurul, Bang Tom, Faris, Gina, Iqbal, Lele, Fauzi, dll), Nihon Club (Uci, Afia, Hasrina, Peke, Eka, Erin, dll) dan keluarga besar SMAN 1 Bekasi lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Beruntung bisa jadi bagian dari kalian. Semoga silaturrahim kita tetap terjaga ya :)

Area Network Telkom-Jatinegara, Bobby Lazuardi, Hanna, Dave Adiwianto, Mentari Pangestu, Clara, Yasir, Ka Puji, Ka Dina, Mas Muri, Pak Zainal, Pak Rudy, Pak Bohim. Geladi saya menjadi berkesan dengan bapak & kawan semua.

Oom Teguh Wahyono dan keluarga . Terima kasih untuk segala kebaikannya. Semoga keluarga Oom selalu dalam lindungan dan kasih sayang-Nya.

dan untuk PH delivery-man yang memberikan warna pada akhir kisah TA saya. Terima kasih untuk dukungannya, untuk opini/saran/masukannya, yang super sabar meladeni curhatan TA saya yang panjangnya kadang kayak novel. Terima kasih juga untuk kirimannya. Semoga segala niat baik dilancarkan jalannya oleh Allah SWT :)

========================================================================

Overall, I’m thanking you for filling a part of my life. Being my teachers of my school of life indirectly. I believe that we met just for nothing. There’s a reason why we met each other. and I thank Allah, I met you. See you in another crossroad we’ll through. Insya Allah. Enjoy your journey :)

Google Nose

Siapa yang nggak kenal mbah Google? ah kayaknya nggak ada ya. Kamu yang kenal atau bahkan bersahabat dengan internet pasti kenal deh. Mau mahasiswa, pelajar, peneliti, guru, dosen, musisi, artis, presiden, apapun profesinya, kenal lah ya pasti sama mesin pencari yang satu ini. Eh tapi saat ini produk google bukan hanya mesin pencari loh! Sekarang google menyediakan layanan kamus -biasa dikenal dengan google translate-; layanan kirim surat elektronik -terkenal dengan google mail; dan masih banyak lagi. Tapi……

Tahukah kamu?

Hari ini (saat saya menulis artikel ini), google meluncurkan layanan barunya, yaitu Google Nose.

Apa itu google nose?

Mengadaptasi fungsi indera penciuman alias hidung, Google nose memungkinkan penggunanya mengendus suatu aroma (misal: vanilla, hutan pinus, atau apapun yang berbau) melalui monitor. Penasaran? Saya juga. Pertama kali lihat gambar ini:


2

Antara percaya gak percaya sih. “Memangnya bisa gitu? Gimana caranya? ah bohong ah”. Tapi ya, namanya juga hidup di jaman canggih. Apapun serba bisa. Mungkin ini hasil riset terbarunya google. Jadi kepikiran bikin aplikasi namanya “Teleparfume” yang bisa mengenali bau lalu menyimpannya. Kan kalau kangen sama pacar orang tua jadi nggak perlu jauh-jauh pulang ke rumah. Cukup manfaatkan alat sensor pada perangkat yang kita punya & install aplikasinya. Dalam seketika, kamu bisa menyium aroma parfum pacar orang tua kamu deh. Keren kan? Keren dong. Pastinya! Jadi gak perlu sms bilang kangen. Malu-maluin aja sih. Jangan sebentar-sebentar bilang kangen. Gengsi dikit lah!

Apa? Gak punya pacar? Oh, bahkan kecenganpun gak punya. kasihan banget sih.

Yaudah, gak usah ngomongin pacar/kecengan kalau gitu. Balik ke Google Nose lagi. Akhirnya sayapun penasaran dan mencoba produk barunya Google tersebut. Bauan pertama yang saya coba adalah bau Vanilla.

3

 

Berkali-kali saya klik button “Start smelling”, klik tombol enter, nggak ada aroma vanilla dan yang sejenisnya. Masih bau laptop saya kok. Dan saya masih husnudzon gitu sama google. Pikir saya “oh, masih versi beta. Ga compatible di laptop mungkin ya. Mesti di perangkat ber-sensor khususon.” akhirnya saya penasaran, klik sana sini hingga akhirnya saya klik link “need help?”

4

daaaan tahukah kamu? Setelah dibaca-baca yaa ternyataaaa…….

1

“It is April Fools’ Day”. Dan saya baru tau (atau tepatnya baru sadar) kalau sekarang udah bulan april. -_-

Yang kena jebakan googlemen selain saya siapa hayo ngaku! :p

saya rasa tiada…

saya rasa tiada teknologi semacam perangkat lunak -apapun jenisnya- yang dikembangkan tanpa tujuan. dan salah satu tujuannya adalah supaya bermanfaat bagi penggunanya, -entah untuk meringankan pekerjaan atau sebagai media bersenang senang-. Sama seperti manusia yang diciptakanNya dengan alasan entah apa-. namun satu yang pasti. agar ia bermanfaat bagi orang lain.