Google Nose

Siapa yang nggak kenal mbah Google? ah kayaknya nggak ada ya. Kamu yang kenal atau bahkan bersahabat dengan internet pasti kenal deh. Mau mahasiswa, pelajar, peneliti, guru, dosen, musisi, artis, presiden, apapun profesinya, kenal lah ya pasti sama mesin pencari yang satu ini. Eh tapi saat ini produk google bukan hanya mesin pencari loh! Sekarang google menyediakan layanan kamus -biasa dikenal dengan google translate-; layanan kirim surat elektronik -terkenal dengan google mail; dan masih banyak lagi. Tapi……

Tahukah kamu?

Hari ini (saat saya menulis artikel ini), google meluncurkan layanan barunya, yaitu Google Nose.

Apa itu google nose?

Mengadaptasi fungsi indera penciuman alias hidung, Google nose memungkinkan penggunanya mengendus suatu aroma (misal: vanilla, hutan pinus, atau apapun yang berbau) melalui monitor. Penasaran? Saya juga. Pertama kali lihat gambar ini:


2

Antara percaya gak percaya sih. “Memangnya bisa gitu? Gimana caranya? ah bohong ah”. Tapi ya, namanya juga hidup di jaman canggih. Apapun serba bisa. Mungkin ini hasil riset terbarunya google. Jadi kepikiran bikin aplikasi namanya “Teleparfume” yang bisa mengenali bau lalu menyimpannya. Kan kalau kangen sama pacar orang tua jadi nggak perlu jauh-jauh pulang ke rumah. Cukup manfaatkan alat sensor pada perangkat yang kita punya & install aplikasinya. Dalam seketika, kamu bisa menyium aroma parfum pacar orang tua kamu deh. Keren kan? Keren dong. Pastinya! Jadi gak perlu sms bilang kangen. Malu-maluin aja sih. Jangan sebentar-sebentar bilang kangen. Gengsi dikit lah!

Apa? Gak punya pacar? Oh, bahkan kecenganpun gak punya. kasihan banget sih.

Yaudah, gak usah ngomongin pacar/kecengan kalau gitu. Balik ke Google Nose lagi. Akhirnya sayapun penasaran dan mencoba produk barunya Google tersebut. Bauan pertama yang saya coba adalah bau Vanilla.

3

 

Berkali-kali saya klik button “Start smelling”, klik tombol enter, nggak ada aroma vanilla dan yang sejenisnya. Masih bau laptop saya kok. Dan saya masih husnudzon gitu sama google. Pikir saya “oh, masih versi beta. Ga compatible di laptop mungkin ya. Mesti di perangkat ber-sensor khususon.” akhirnya saya penasaran, klik sana sini hingga akhirnya saya klik link “need help?”

4

daaaan tahukah kamu? Setelah dibaca-baca yaa ternyataaaa…….

1

“It is April Fools’ Day”. Dan saya baru tau (atau tepatnya baru sadar) kalau sekarang udah bulan april. -_-

Yang kena jebakan googlemen selain saya siapa hayo ngaku! :p

saya rasa tiada…

saya rasa tiada teknologi semacam perangkat lunak -apapun jenisnya- yang dikembangkan tanpa tujuan. dan salah satu tujuannya adalah supaya bermanfaat bagi penggunanya, -entah untuk meringankan pekerjaan atau sebagai media bersenang senang-. Sama seperti manusia yang diciptakanNya dengan alasan entah apa-. namun satu yang pasti. agar ia bermanfaat bagi orang lain.

Yurase Ima Wo – Arashi


http://www.aimini.net/view/?fid=8OM8Ewdufm1hio9WRqcu

Halo para pejuang TA mimpi dan cita-cita, Abang-abang Arashi ngasih kita suplemen nih buat jadi penyemangat kita yang lagi merasa jatuh dan tak bisa bangkit lagi minder, gagal, dan perasaan-perasaan imajiner lain yang membuat kita merasa seakan-akan si mimpi dan cita-cita nggak akan bisa terwujud. #eaaa

Apa? Ga bisa baca liriknya? Ga ngerti artinya? Kasihan.. Coba mampir ke situs ini deh.

Tetap semangat yaa! :)

 

Sumber: Sucy Marisya.

Thank you, Ci! Nama lo udah gue tulis di lembar persembahan nih! :D

Little Things – 1D

this-video-make-me-so-aaah! *wondering what if I were the woman whom sung this song*

eh tapi nggak yakin sih jaman sekarang masih ada yang romantis-romantisan macam gini. kalaupun ada ya paling bocah-bocah ingu*an korban sinteron kali yah yang nyanyiinnya. haha

 

halo perkenalkan, saya si fulan binti fulan, korban baca status fesbuk temen yang akhirnya jadi demen denger lagu-lagunya wan dayreksyen. sekian. -_-

we are special!

tumblr_mijsw7qk2S1qc4uvwo1_500

 

I got that picture above from my friend’s post on tumblr. See it try to tells us that everybody’s awesome. but I won’t discuss it. What I want to share is “comparing our self to others”.

Have you ever feel like you’re just nobody, anything you’ve done is nothing but a nonsense -comparing with what other people around you’ve done and thought that they’re so damn amazing? Well, if the answer is “yes”, then we’re in the same way. for a long time, for me, believing that I am (our self) amazing is is just an amazing theory. I frequently insecure for every single thing that related to my self -especially my ability. this bad feeling getting worse when many superb people around me. I envy them I can’t deny. so I tried to be like them. I learned anything that (I wish) could change my self being as superb as them. but I FAILED. and poor me, what I’ve got is not an awesomeness but losing my way. :(

I lost my time just for searching the way I could be the awesome one. until I read a book by Tere Liye, “Berjuta Rasanya”, I realized that if everybody is awesome -like others-, then the ‘awesome’ itself wouldn’t be exist. would it? ;)

Note that you -the awesome people- are awesome because of the “cupu”. If “the cupu” -like me- doesn’t exist, then there are no parameter that determine whether you’re awesome or not. so, you’re not allowed to arrogant :p

back to the topic, finally, I decided to be my self, doing whatever I love to -as long as it doesn’t break any norm- and believe that everybody is special. Allah also said in the holy qur’an:

“Wassyayaathina kullabanna’iwwaghowwash”

- “And We didn’t create the sky and the earth and what’s in them for nothing”,

See, we’re created for something. Though we’re not special, at least we could be the helpful one. Insha Allah :)