ya Allah, kalau memang ini pertanda dariMu bahwa waktuku bersamanya ngga akan lama lagi..

mohon ya Allah, kasih aku kesempatan sekaliiiiiiii aja buat membahagiakannya, mewujudkan segala harapannya tentang anak bungsunya ini. mohon ya Allah, kasih kesempatan dia untuk menyaksikan anaknya lulus jadi sarjana, ga jadi sampah negara&keluarga..

 

..aku sayang mama. sayaaaang banget ma. tanpa mama sadar, mama jadi inspirasiku. semangat mama untuk lanjut kuliah demi membiayai anak bungsumu untuk jadi sarjana, sampe aku gatau, entah apa yang mama lakukan di sana sampai jatuh sakit seperti ini. mama harus kuat maaa!!! mama mau liat aku lulus kan ma? mama inget kan yaaa aku pernah bilang kalau gaji pertamaku bakalan aku kasih buat mama & bapak? mama juga pernah janji kalau aku kerja nanti, mama mau ikut tinggal sama aku. dan janji kalau mama ga akan ke mana-mana, selalu ada temenin aku?

kurang lebih satu tahun lagi ma.. aku masih butuh doa dari mama.. aku masih butuh mama buat jadi temanku bertukar cerita.. mama harus kuaaat!! temenin aku ma.. mama udah janji..

 

cha-cha sayang mama. sayaaaaang sekali..

pelajaran ke- n+1 dalam hidup

pelajaran ke- n+1 dalam hidup

semua ada waktunya.

ya. semua ada waktunya. waktunya kita senang, kita sedih, tertawa, menangis, bahagia, terpuruk, semua ada waktunya. senang, sedih, tertawa, menangis, bahagia, terpuruk, dan keadaan lainnya itu ibarat proses. di mana masing-masing memiliki arrival time, finish time, service time dan turn around time. yang menurut saya berjalan dengan algoritma round robin atau feedback..

pelajaran ke n+2 dalam hidup

pelajaran ke n+2 dalam hidup

segala sesuatu yang ada di dunia ini tuh udah ada pasangannya. dan tiap-tiap dari sesuatu itu saling melengkapi satu sama lain.

 

ada malam, ada siang..

ada hitam, ada putih..

ada pinsil, ada penghapus..

ada gelap, ada terang..

ada benar, ada salah..

ada baik, ada buruk..

ada kotor, ada bersih..

dan ada pria, ada wanita..

 

kita ngga akan pernah tau malam kalau ga ada siang..

kita ngga akan pernah tau putih kalau ga ada hitam..

kita ngga akan pernah tau untuk apa ada hapusan kalau ga ada pinsil..

kita ngga akan pernah bisa merasakan nikmatnya terang kalau ga pernah merasakan kegelapan

kita ngga akan pernah tau mana yang benar kalau ngga pernah salah

kita ngga akan pernah tau sesuatu itu baik kalau ga pernah tau mana yang buruk

kita ngga akan pernah bisa tau mana yang bersih kalau ga pernah melihat sesuatu yang kotor

dan kita ngga akan pernah bisa identifikasi seorang lelaki kalau ga pernah tau yang namanya wanita

 

malam ada untuk melindungi kita yang terjaga ketika lelah seharian menghabiskan waktu. dan siang ada untuk menghangatkan diri setelah dibuai dinginnya malam..

hitam ada untuk menegaskan/memperjelas segala sesuatunya. dan putih ada untuk menjadi sandaran si hitam ketika ia ingin memperjelas segala sesuatu..

penghapus ada untuk menghapus salah yang dibuat pinsil. namun tanpa pinsil, penghapus takkan berarti apa-apa..

terang ada untuk membantu mata melihat segalanya. namun tanpa gelap, kita ngga akan pernah bisa bersyukur akan nikmat cahaya dan penglihatan yang telah diberikanNya pada kita..

siapapun berharap segala sesuatu yang dilakukannya selalu benar. namun tanpa melakukan kesalahan, kita ngga akan dewasa karena ngga pernah belajar. ya, belajar dari kesalahan, benahi diri dan takkan mengulanginya lagi..

menjadi pribadi yang baik itu baik. namun tanpa ada keburukan, ngga akan ada orang baik di dunia ini..

sesuatu yang bersih itu memang indah untuk dipandang. namun tanpa kotor, jumlah pengangguran mungkin lebih banyak karena ngga akan ada petugas kebersihan..

 

bagaimana dengan pria dan wanita?

 

pencitraan pria itu kuat, tangguh dan cenderung berfikir dengan logikanya. berbeda dengan wanita yang digambarkan dengan sosok yang tidak sekuat dan setangguh pria, perasaannya halus, dan cenderung berfikir dengan didominasi suara hati. namun dengan segala kekurangan dan kelebihan yang pria/wanita miliki, mereka saling melengkapi. sosok pria yang kuat dan tangguh harusnya bisa melindungi wanita saat ia merasa terancam/dalam keadaan takut. pikiran logis lelaki melindungi wanita dari pikirannya yang didominasi oleh suara hati supaya wanita tidak mudah dibodohi.

 

begitupun sebaliknya..

 

pikiran wanita yang didominasi oleh suara hatinya itu dapat meluluhkan kerasnya hati lelaki. mengingatkan lelaki ketika ia dikuasai oleh emosi, dengan hati :)

 

jadi intinya?

 

pasangan wanita ya pria. juga sebaliknya. pria loh yaa bukan anda. anda adalah pria. dan pria bukan berarti anda. dan saya yakin bahwa suatu saat nanti, entah kapan, saya yang wanita akan bertemu dengan sesok pria dengan izinNya.. :)

belajar dari kambing

belajar dari kambing

apapun, siapapun, sesuatupun tanpa kita sadari, bisa menjadi “guru” untuk diri kita sendiri atau bahkan untuk orang lain juga jika kita bersedia untuk berbagi cerita/pengalaman. termasuk salah satunya yaitu kambing.

ada apa dengan kambing?

saat Idul Qurban kemarin (6 November 2011M) saya menyaksikan dari jauh pemotongan hewan qurban di lapangan dekat rumah orang tua saya. ga penting sih yaaa nontonin kambing dipotongnya. toh dari kecil juga udah pernah nontonin hewan qurban dipotong. hehe :p

jadi apa dong yang penting?

gini.. ceritanya udah ada sekitar 3-5 kambing/domba disembelih saat itu (kalau ga salah. lupa jumlah pastinya. antara 3 sampai 5 lah yaa..). nah, saat hewan kurban selanjutnya dibawa dari samping masjid ke TKP hewan kurban di lapangan, saya lihat si kambing enggan untuk beranjak ke lapangan. apalagi si kambing melewati wilayah pengulitan&penyisihan daging, organ dalam kambing yang telah disembelih. si kambing berontak. untung aja badan orang yang bawa kambing lebih besar daripada kambingnya. jadi yang saya lihat saat itu, sekuat-kuatnya si kambing berusaha untuk melepaskan diri dan pergi menjauh dari TKP, tapi tetep aja gabisa kabur. dan pada akhirnyaaaa, beberapa menit kemudian si kambing tersebut sudah tak bernyawa. badan sudah tak lagi berjiwa..

 

begitulah ceritanya bagaimana seekor kambing bisa menjadi “guru” untuk saya..

belajar dari kambing yang tau bahwa ajalnya sudah di depan mata. dia tau kapan maut memisahkan jiwa dan raganya. andai kita seperti kambing itu yang tau kapan kita harus kembali pada-Nya, mungkin kita juga akan melakukan hal yang sama. menghindar dari maut. berlari sekuat tenaga, menjauh dari sang penyabut nyawa. mungkin juga kita akan selalu dihantui rasa takut. takut merasakan sakitnya nyawa dicabut, takut merasakan gelapnya sendiri di alam kubur, takut meninggalkan orang-orang tersayang, dan ketakutan lainnya yang mungkin belum tentu terjadi pada kita. padahal, di dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 14 diterangkan bahwa seindah-indahnya segala hal di dunia, tempat paling indah adalah kembali padaNya :)